Rabu, 21 Juli 2010

Kalimat Syahadat


Syahadatain merupakan dasar terpenting untuk tegaknya totalitas Islam. Islam tidak akan tegak apabila rukun-rukunnya tidak ditegakkan. Keempat rukun tidak akan tegak apabila rukun pertamanya tidak ditegakkan.
Syahadatain melambangkan jiwa totalitas Islam.

Syahadatain ibarat nyawa dalam tubuh makhluk hidup. Apabila tubuh itu tidak memiliki nyawa, maka tubuh itu hanyalah seonggok bangkai yang tidak berguna. Seluruh anggota tubuhnya tidak dapat difungsikan sebagaimana mestinya. begitu juga kalimat Laa ilahaillallah Muhammadur Rasulullah, merupakan ruh setiap aspek ajaran islam. Seluruh amal atau ibadah seorang yang bukan karena Allah ibarat menanam benih yang mati. tidak akan terlihat hasilnya dan tidak akan terlihat keberadaannya. Atau sama sekali tidak berguna.

"Dan kami menghadap kepada apa yang mereka telah kerjakan dari amal (baik), lalu Kami jadikan dia debu yang beterbangan." (Al-Furqan: 23)

Namun dalam mengucap dua kalimat syahadat dibutuhkan keteguhan jiwa dan keyakinan yang kuat. tidak hanya sekedar mengucapkan dengan lisan. dalam mengucapkan kalimat syahadat harus mengandung makna, kesaksian dengan akal dan hati bahwa "Todak ada Tuhan yang berhak diibadahi melainkan Allah swt.", memberikan kesaksian tentang hal tersebut dengan lisan, memberikan kesaksian dengan tegas tanpa ada keraguan sebagaiman ketegasan seseorang saat bersumpah.

Dengan lebih memahami makna dan fungsi kedua kalimat syahadat, semoga kita dapat beribadah lebih maksimal, dan meyerahkan diri kepada Allah SWT.

daftar pustaka:
hawwa.sa'id. 2009. Al-Islam
Jakarta: Al-I'tishom



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar